PSOP : TAK TERNILAI BETAPA BERHARGANYA DIRIMU

Pekan Seni dan Olahraga Pertanian atau lebih dikenal dengan nama PSOP merupakan suatu wahana kegiatan yang biasanya rutin dilakukan tiap tahunnya di Fakultas Pertanian. PSOP direncanakan dan diselenggarakan oleh “setiap angkatan” yang ada di Fakultas Pertanian tanpa terkecuali. Entah bagaimana sejarah panjang yang melatarbelakangi para senior angkatan terdahulu hingga mampu menggagas kegiatan tersebut tetapi sedikit memberikan penjelasan mengenai kegiatan tersebut, bahwa PSOP merupakan kegiatan yang sifatnya kompetisi sivitas akademika yang di dalamnya dipertandingkan berbagai macam cabang olah raga dan kesenian dengan memperebutkan prestasi tertinggi yaitu kebanggan dan kejayaan. PSOP tak ubahnya seperti kompetisi kelas atas. Berbagai macam cabang olah raga dan seni itu diatur ke dalam peraturan resmi yang mengikat dengan dibantu wasit/juri yang profesional. Technical meeting diselenggarakan untuk memberikan kejelasan akan peraturan yang mengatur jalannya pertandingan dan perlombaan nantinya, kadang muncul intrik-intrik menarik sebagai skenario jalannya technical meeting.

Terlepas apa itu PSOP, yang perlu ditekankan adalah PSOP merupakan kegiatan yang sangat positif dan bukan lah sebuah kegiatan kaderisasi pembodohan dari senior kepada yunior. Banyak orang beranggapan negatif terhadap kegiatan ini. Mereka berpikiran apa untungnya mengeluarkan begitu banyak tenaga, perhatian, dan tentu saja uang hanya untuk sebuah kegiatan semacam ini. Buat apa rela tidak mengikuti kuliah hanya untuk berkumpul bersama untuk merencanakan kegiatan itu. Buat apa rela seminggu “menyiksa diri” hanya untuk menuruti skenario negatif dari senior yang menjatuhkan panitia pelaksana PSOP. Anggapan tersebut tidak lah benar. Anggapan tersebut adalah angapan yang tidak tahu-menahu PSOP dan kemudian hanya bisa berkomentar saja. Ibarat orang buta yang berkomentar tentang indahnya matahari di kala terbit. Seorang buta itu hanya akan bisa ikut berkomentar jika ada seseorang sehat yang membisikkan hal itu kepada si buta. Bisikan itu bohong atau tidak si buta pun tidak akan mengetahuinya.

PSOP ini patut dipertahankan untuk tetap dilaksanakan. Banyak manfaat yang didapatkan dari event besar ini. Banyak hal yang bisa dipelajari dari event besar ini. Banyak kenangan manis yang muncul dari event besar ini. Dan, sangat sedikit sekali kekecewaan mendalam akibat event besar ini. Sebuah hal yang besar tentu tidak akan begitu saja diperoleh dengan mengedipkan mata, butuh pengorbanan yang besar pula untuk mendapatkannya. PSOP adalah sebuah hal besar yang memberikan manfaat besar yang tak ternilai harganya dan tak akan lekang oleh waktu. Sudah menjadi tugas angkatan yunior untuk meneruskan tradisi ini. Warisan ini adalah warisan yang sangat mendidik bahkan jauh lebih mendidik dibandingkan saat menjadi pengurus HMJ, UKK, BEM, atau DEMA. PSOP jangan sampai hilang dari tradisi. Seharusnya Fakultas Pertanian malu dengan fakultas-fakultas lain yang mulai mengikuti kegiatan kita ini. Di saat fakultas lain mulai gegap gempita dengan event serupa tapi Fakultas Pertanian yang notabene lebih dahulu melaksanakannya harusnya jauh lebih menggelegar bukan malah hilang waktu demi waktu. Apa kiranya yang perlu dikoreksi dari PSOP kita ini maka mari lah para stake holder mahasiswa pemangku kepentingan di Fakultas Pertanian ini untuk dapat duduk bersama membahas hal tersebut kemudian bicarakan dengan pihak dekanat. Fakultas Pertanian sangat rindu menonton pertandingan bola voli putra antara mahasiswa melawan dosen/karyawan. Fakultas Pertanian rindu bapak Pembantu Dekan III bermain tenis lapangan. Fakultas Pertanian rindu menghabiskan malam minggu bersama pada acara puncak malam inagurasi PSOP. Fakultas Pertanian rindu gegap gempita PSOP. PSOP adalah kegiatan yang sangat mendidik jika memang ada metode pendidikannya yang perlu dikoreksi maka sebaiknya segera dikoreksi, hilangkan anggapan negatif dari PSOP, jangan takut, dan jangan hilangkan event besar itu dari Fakultas Pertanian. Berharap semoga ada pikiran jernih yang memberikan jalan keluar untuk PSOP termantap ini. Jayalah Fakultas Pertanian!!!!

Tulisan di atas dimuat dalam buletin lembaga pers mahasiswa Fakultas Pertanian UNS Solo atau dikenal dengan nama LPM Folia. Semoga bermanfaat!!
Category: 0 komentar

My Lovely Family

Untuk yang satu ini saya akan mempekenalkan keluarga saya. Sebuah keluarga yang sangat saya nantikan doa restunya doa restu sebagai yang pertama kali. Keluarga yang akan melahirkan "orang-orang besar berpikiran dan bejiwa besar". Insya ALLAH.

And, here the first

My Lovely Father


Yess, beliau lah Bapak saya. Maap posenya menantang, Hehhhee. Beliau sangat religius. Lulusan SETIA WS yang juga ketua ta'mir di mushola depan rumah. Sebagai ayah, beliau pemimpin yang sangat bijaksana; pembelajar; pekerja keras; senang membahagiakan keluarganya; tidak terlalu banyak menuntut. Dan, yang paling penting kami sayang dan bangga dengan Bapak.

Selanjutnya,

my lovely Mother. I love her so much


Duihh, cantiknyaa.. hehehee. Beliau yang satu ini Ibu saya. Beliau wanita pekerja keras; pengertian (*sangat pengertian, hehhe..); apa yang diinginkan putra-putranya; pinter masak. Wah, kl keahlian yg satu ini two thumbs up for her dah, hehhee

Oke cukup buat kedua orang tua saya, yg ini ketiga putra hasil buah cinta beliau


Dimulai dari kiri adalah Kharis Amiruddin (ketiga), Akhyaruddin Adnan (pertama), dan saya Mukhtar Habib (kedua). Ini lah yang menjadi bagian "orang-orang besar berpikiran dan bejiwa besar". Insya ALLAH. Kami bertiga laki-laki semua, senang bermain sepak bola; berkelahi (*di antara kami, hehe); berteman; bermain; dan lain-lain masih banyak lagi kesukaan kami yang notabene beda-beda.

Okessipp, saya rasa cukup sekian entri singkat saya, entah kenapa tiba-tiba pengen aja memposting keluarga saya di sini. Mungkin bisa disambung lain waktu. Maaf kalau berlebihan, hhehe. Semoga bermanfaat. Terima kasih. ^-^d
Category: 0 komentar

BELAJAR STRATEGI PERANG SUN TZU

Bab 1. Strategi untuk Menang

Strategi 1
Perdaya Langit untuk melewati Samudera.
Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.

Strategi 2
Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao.
Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.

Strategi 3
Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh dengan pisau pinjaman.)
Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (karena kekuatan yang minim atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok aparat musuh untuk menjadi pengkhianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.

Strategi 4
Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga.
Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga. Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.

Strategi 5
Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya. (Merampok sebuah rumah yang terbakar.)
Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan, ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar. Inilah waktunya untuk menyerang.

Strategi 6
Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat.
Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya, anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.

Bab 2. Strategi Berhadapan dengan Musuh

Strategi 7
Buatlah sesuatu untuk hal kosong.
Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Setelah breaksi terhadap tipuan pertama dan –biasanya- kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. OLeh karenanya, tipuan ketiga adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.

Strategi 8
Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang. (Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.)
Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen. Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.

Strategi 9
Pantau api yang terbakar sepanjang sungai.
Tunda untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antar mereka. Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.

Strategi 10
Pisau tersarung dalam senyum.
Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya, anda bergerak melawannya secara rahasia.

Strategi 11
Pohon prem berkorban untuk pohon persik. (Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.)
Ada suatu keadaan dimana anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing hitam dimana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.

Strategi 12
Mencuri kambing sepanjang perjalanan (Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.)
Sementara tetap berpegang pada rencana, anda harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.

Bab 3. Strategi Penyerangan

Strategi 13
Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya.
Ketika anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan. Perilakunya akan membongkar strateginya.

Strategi 14
Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya. (Menghidupkan kembali orang mati.)
Ambil sebuah lembaga, teknologi, atau sebuah metode yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan, dan tradisi ke kehidupan sehari-hari.

Strategi 15
Giring macan untuk meninggalkan sarangnya.
Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Giring mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.

Strategi 16
Pada saat menangkap, lepaslah satu orang.
Mangsa yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.

Strategi 17
Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok.
Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil. Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.

Strategi 18
Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya.
Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah loyalitas terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.

Bab 4. Strategi Chaos/Kekacauan

Strategi 19
Jauhkan kayu bakar dari tungku masak. (Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.)
Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan pondasinya dan menyerang sumberdayanya.

Strategi 20
Memancing di air keruh.
Sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.

Strategi 21
Lepaskan kulit serangga. (Penampakan yang salah menipu musuh.)
Ketika anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan harus mengonsolidasi kelompok, buatlah sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda yang terlihat.

Strategi 22
Tutup pintu untuk menangkap pencuri.
Jika anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.

Strategi 23
Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga.
Jamak diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.

Strategi 24
Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo.
Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada posisi pertama –untuk diserang-.

Bab 5

Strategy 25
Gantikan balok dengan kayu jelek.
Kacaukan formasi musuh, ganggu metode operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah sebuah hal yang berlawanan dengan latihan standarnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang dibutuhkan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.

Strategi 26
Lihat pada pohon murbei dan ganggu ulatnya.
Untuk mendisiplinkan, mengontrol, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.

Strategi 27
Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan macan. (Bergaya bodoh.)
Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Giring lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya.

Strategi 28
Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas (Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.)
Dengan umpan dan tipu muslihat giring musuh anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan anda dan sekaligus elemen alam.

Strategi 29
Hias pohon dengan bunga palsu.
Menempelkan kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.

Strategi 30
Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat.
Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.

Bab 6 Strategi Kalah

Strategi 31
Jebakan indah. (jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.)
Kirim musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.

Strategi 32
Kosongkan benteng. (Jebakan psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan jebakan.)
Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menuntungkan bagi diri anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda, tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.

Strategi 33
Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya. (Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.)
Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.

Strategi 34
Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh. (Masuk pada jebakan; jadilah umpan.)
Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.

Strategi 35
Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan (Jangan pernah bergantung pada satu strategi.)
Dalam hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeda-beda yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu strategi gagal, anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.

Strategi 36
Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36: lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina:
“Jika seluruhnya gagal, mundur”
Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan konsolidasi pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan. Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!

Sumber : http://www.whooila.com/2010/07/belajar-strategi-perang-sun-tzu.html#ixzz0yy2Sv9e5
Whooila! - Ensiklopedia Fakta Unik dan Aneh
Category: 0 komentar